Siklon tropis merupakan fenomena alam terkini yang mempengaruhi terjadinya cuaca ekstrim di Indonesia. Siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 km. Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26,5°C (BMKG). Siklon tropis terbentuk oleh tiga faktor, faktor pertama adalah suhu muka air laut yang hangat yang mengakibatkan air laut menguap menjadi uap air dan terkondensasi di atmosfer, faktor kedua adalah adanya pemusatan tekanan rendah yang menyebabkan udara dari tempat lain terkumpul di wilayah pusat tersebut, faktor ketiga adalah rotasi bumi yang menjadi faktor penggerak angin dan uap air yang ada akan digerakkan oleh energi kinetik akibat rotasi bumi, sehingga membentuk badai tropis (kompas.com). Siklus hidup siklon tropis dapat dibagi menjadi empat tahapan yaitu tahap pembentukan, tahap belum matang, tahap matang, dan tahap pelemahan. Waktu yang dibutukan sebuah siklon tropis dari mulai tumbuh hingga punah berkisar 1 - 30 hari, tetapi rata-rata adalah sekitar 7 hari (BMKG).
Daerah pertumbuhan siklon tropis dapat dibagi menjadi 7 wilayah. Indonesia tergabung dalam cakupan wilayah Australia, yang meliputi semua area di selatan katulistiwa, 90 - 160°BT termasuk Australia, Papua Nugini, bagian barat Kepulauan Solomon, Timor Timur dan bagian selatan Indonesia (wikipedia). Siklon tropis di wilayah ini diamati oleh 5 Tropical Cyclone Warning Centres (TCWC): Australian Bureau of Meteorology di Perth, Darwin, dan Brisbane; TCWC Jakarta di Indonesia; dan TCWC Port Moresby di Papua Nugini. Tercatat beberapa siklon tropis dalam musim siklon tahun 2011-2012, siklon tropis Fina yang berlangsung 19 – 23 Desember 2011 (kategori 1), siklon tropis Grant berlangsung 21 – 30 December 2011 (kategori 2), siklon tropis Heidi berlangsung 9 – 13 Januari 2012 (kategory 2), dan yang masih berlangsung adalah siklon tropis Iggy yang mulai tumbuh 22 January 2012 dan mencapai kategori 2 pada 27 Januari 2012 (wikipedia). Update perkembangan lintasan siklon tropis Iggy dapat dilihat di situs BOM Australia. Tata nama penamaan siklon tropis tersebut menggunakan tata nama Australia yang menggunakan daftar berisi 104 nama orang.
Indonesia juga memiliki daftar nama siklon tropis. TWCC (Tropical Center Warning Center) Jakarta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyediakan dua daftar nama, list A berisi 10 nama bunga, yaitu Anggrek, Bakung, Cempaka, Dahlia, Flamboyan, Kenanga, Lili, Mawar, Seroja, dan Teratai. Sedangkan list B berisi 10 nama buah, yaitu Anggur, Belimbing, Duku, Jambu, Lengkeng, Mangga, Nangka, Pisang, Rambutan dan Sawo. Dalam Wikipedia, dijelaskan bahwa TCWC Jakarta mengamati siklon tropis dari katulistiwa 0 - 10°LS dan dari 90 - 125° BT. Jika terjadi siklon tropis dalam wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta maka akan diberi nama sesuai daftar tersebut. Siklon tropis Anggrek merupakan siklon tropis pertama yang dinamai menurut tata nama tersebut. Siklon tropis Anggrek merupakan siklon tropis kategori dua yang terbentuk pada 28 Oktober 2010, mencapai intensitas maksimal pada 1 November 2010, dan melemah pada 4 November 2010 (BOM Australia). Dengan urutan tata nama tersebut maka nama berikutnya yang akan digunakan adalah Bakung.
http://green.kompasiana.com/iklim/2012/01/28/siklon-tropis-bunga-indonesia/
Tampilkan postingan dengan label angin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label angin. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 28 Januari 2012
Jumat, 27 Januari 2012
Siklon Tropis IGGY Penyebab Angin Ribut
Sambil mengamati hembusan angin kencang dari jendela kamar, dari mulut kecil anakku terlontar pertanyaan, “Ma, apa sih penyebab angin ribut ini? Apa ada kaitannya dengan badai matahari?” Waduh, kok sampai segitu dalam pertanyaan anakku. Memang sudah berhari-hari ini angin ribut setia menemani penghuni kota ini, seakan tak kenal lelah menghembus dan menghembus tanpa kehabisan energi. Fenomena ini tak hanya terjadi di Salatiga saja, media mencatat berbagai daerah juga mengalami angin ribut. Beberapa hari terakhir ini angin ribut melintasi wilayah Indonesia ini. Angin ribut telah memporakporandakan bangunan, menumbangkan pepohonan, merusakkan fasilitas umum, melukai manusia, bahkan sampai merengut nyawa. Fenomena yang terasa aneh, tahun-tahun lalu tidak ada angin ribut seperti ini.
Apa yang menyebabkan terjadinya angin ribut ini? Saya mencoba mencari informasi dari situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Ternyata pada situs BMKG terdapat Peringatan Dini Cuaca Ekstrim yang berlaku 27 January 2012 - 30 January 2012. Isi dari peringatan dini itu memberitahukan mengenai adanya Badai Tropis IGGY di Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa Barat serta daerah tekanan rendah di Laut Arafuru bagian Selatan yang membentuk pumpunan angin memanjang dari Pesisir Barat Lampung hingga Laut Arafuru. Konsentrasi awan hujan terjadi di Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian Timur dan Selatan, Sulawesi bagian Tengah dan Selatan, Maluku, Papua Barat serta Papua bagian Tengah. Wilayah yang berpotensi hujan lebat adalah Pesisir Barat Lampung, Kalimantan Timur bagian Timur dan Selatan, Kalimantan Selatan bagian Timur, Sulawesi Tengah bagian Timur, Sulawesi Selatan bagian Utara dan Selatan, Papua Barat bagian Selatan, dan Papua bagian Tengah. Sedangkan wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah Lampung, Banten, DKI Jakarta bagian Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku bagian Tenggara.
Informasi mengenai siklon pada situs BMKG menerangkan bahwa siklon tropis yang saat ini terdapat di wilayah Indonesia sebelah Selatan Katulistiwa adalah Siklon Tropis IGGY. (Wilayah Indonesia sebelah Selatan Katulistiwa meliputi wilayah yang dibatasi antara 0-11 LS dan 90-141 BT).
Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta BMKG memberikan peta lintasan siklon tropis dan wilayah yang terpengaruh Siklon Tropis IGGY, sebuah peta yang menggambarkan prakiraan intesitas dan lintasan siklon yang dikeluarkan pada Jumat 27 Januari 2012 pukul 08:53 WIB
sumber: http://meteo.bmkg.go.id/data/tc/IDJ22100.html
Pulau Jawa dan sekitarnya yang diberi warna oranye tua pada peta menunjukkan Wilayah SIAGA yang mengalami cuaca ekstrim dengan kemungkinan terjadinya hujan deras (>=50mm/hari) dan atau angin kencang (>=50km/jam) dalam 24 jam ke depan.
Pada laman tersebut tertulis bahwa salah satu dampak Siklon Tropis IGGY ini adalah angin dengan kecepatan lebih dari 36 km/jam berpotensi terjadi di Jawa, Bali, NTB, NTT, Sumatera bagian selatan, Laut Jawa, Samudera Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
Apa ada kaitannya dengan badai matahari? Hakim Luthfi Malasan, Dosen Astronomi ITB, mengatakan dampak badai matahari tidak terkait dengan kondisi cuaca yang tidak menentu di Indonesia akhir-akhir ini. Badai matahari terjadi ketika matahari mengeluarkan gelombang elektromagnetiknya ke luar orbit. Hantaman gelombang elektromagnetik ini dapat merusak satelit dan jaringan telekomunikasi.
Kedua pertanyaanmu telah terjawab anakku.
Angin ribut yang melanda ini adalah akibat Siklon Tropis IGGY, dan tidak ada kaitannya dengan badai matahari.
NB: informasi lebih detail mengenai siklon tropis dapat dibaca di Australia Government, Bureau of Meteorology
http://green.kompasiana.com/iklim/2012/01/27/siklon-tropis-iggy-penyebab-angin-ribut/
Apa yang menyebabkan terjadinya angin ribut ini? Saya mencoba mencari informasi dari situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Ternyata pada situs BMKG terdapat Peringatan Dini Cuaca Ekstrim yang berlaku 27 January 2012 - 30 January 2012. Isi dari peringatan dini itu memberitahukan mengenai adanya Badai Tropis IGGY di Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa Barat serta daerah tekanan rendah di Laut Arafuru bagian Selatan yang membentuk pumpunan angin memanjang dari Pesisir Barat Lampung hingga Laut Arafuru. Konsentrasi awan hujan terjadi di Sumatera bagian Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian Timur dan Selatan, Sulawesi bagian Tengah dan Selatan, Maluku, Papua Barat serta Papua bagian Tengah. Wilayah yang berpotensi hujan lebat adalah Pesisir Barat Lampung, Kalimantan Timur bagian Timur dan Selatan, Kalimantan Selatan bagian Timur, Sulawesi Tengah bagian Timur, Sulawesi Selatan bagian Utara dan Selatan, Papua Barat bagian Selatan, dan Papua bagian Tengah. Sedangkan wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah Lampung, Banten, DKI Jakarta bagian Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku bagian Tenggara.
Informasi mengenai siklon pada situs BMKG menerangkan bahwa siklon tropis yang saat ini terdapat di wilayah Indonesia sebelah Selatan Katulistiwa adalah Siklon Tropis IGGY. (Wilayah Indonesia sebelah Selatan Katulistiwa meliputi wilayah yang dibatasi antara 0-11 LS dan 90-141 BT).
Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta BMKG memberikan peta lintasan siklon tropis dan wilayah yang terpengaruh Siklon Tropis IGGY, sebuah peta yang menggambarkan prakiraan intesitas dan lintasan siklon yang dikeluarkan pada Jumat 27 Januari 2012 pukul 08:53 WIB
Pulau Jawa dan sekitarnya yang diberi warna oranye tua pada peta menunjukkan Wilayah SIAGA yang mengalami cuaca ekstrim dengan kemungkinan terjadinya hujan deras (>=50mm/hari) dan atau angin kencang (>=50km/jam) dalam 24 jam ke depan.
Pada laman tersebut tertulis bahwa salah satu dampak Siklon Tropis IGGY ini adalah angin dengan kecepatan lebih dari 36 km/jam berpotensi terjadi di Jawa, Bali, NTB, NTT, Sumatera bagian selatan, Laut Jawa, Samudera Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.
Apa ada kaitannya dengan badai matahari? Hakim Luthfi Malasan, Dosen Astronomi ITB, mengatakan dampak badai matahari tidak terkait dengan kondisi cuaca yang tidak menentu di Indonesia akhir-akhir ini. Badai matahari terjadi ketika matahari mengeluarkan gelombang elektromagnetiknya ke luar orbit. Hantaman gelombang elektromagnetik ini dapat merusak satelit dan jaringan telekomunikasi.
Kedua pertanyaanmu telah terjawab anakku.
Angin ribut yang melanda ini adalah akibat Siklon Tropis IGGY, dan tidak ada kaitannya dengan badai matahari.
NB: informasi lebih detail mengenai siklon tropis dapat dibaca di Australia Government, Bureau of Meteorology
http://green.kompasiana.com/iklim/2012/01/27/siklon-tropis-iggy-penyebab-angin-ribut/
Langganan:
Komentar (Atom)